
Bisnishotel.id, BANDUNG — Grand Hotel Preanger Bandung resmi bergabung dengan Tribute Portfolio, jaringan hotel independen di bawah Marriott Bonvoy, sekaligus menandai debut merek tersebut di Jawa Barat. Hotel bersejarah yang telah berdiri sejak 1897 itu kini membawa 188 kamar dan suite dengan konsep yang memadukan warisan arsitektur Art Deco dengan fasilitas modern.
Pembukaan Grand Hotel Preanger Bandung, a Tribute Portfolio Hotel, diumumkan pada 5 Oktober 2026. Berlokasi di Jalan Asia Afrika, hotel tersebut berada di kawasan pusat sejarah dan budaya Kota Bandung.
Masuknya Grand Hotel Preanger ke Tribute Portfolio menjadi babak baru bagi properti yang telah menjadi bagian dari perkembangan pariwisata Bandung selama lebih dari satu abad. Hotel mengusung filosofi “Heritage, Reimagined” dengan mempertahankan karakter historis sekaligus menghadirkan pengalaman yang disesuaikan dengan kebutuhan wisatawan saat ini.
Dari sisi akomodasi, Grand Hotel Preanger memiliki 188 kamar dan suite dengan luas mulai dari 32 meter persegi. Desain kamar mempertahankan sentuhan Art Deco melalui tekstur, detail interior, dan elemen arsitektur yang dipadukan dengan kenyamanan modern.
Lokasi hotel juga menjadi salah satu nilai strategis properti. Berada di Jalan Asia Afrika, tamu dapat menjangkau sejumlah destinasi utama seperti Jalan Braga, Gedung Merdeka, Museum Konferensi Asia Afrika, dan Alun-Alun Bandung.
Regional Vice President Indonesia & Malaysia Marriott International Ramesh Jackson mengatakan Grand Hotel Preanger memiliki karakter yang sesuai dengan konsep Tribute Portfolio. Menurut dia, sejarah dan kedekatan hotel dengan budaya lokal Bandung menjadi bagian penting dari pengalaman yang ditawarkan kepada wisatawan.
“Grand Hotel Preanger Bandung sangat mewakili nilai-nilai tersebut. Dengan sejarahnya yang kaya dan posisinya yang lekat dengan budaya kota Bandung, hotel ini sangat cocok menjadi bagian dari keluarga Tribute Portfolio,” ujar Ramesh.
Selain pasar wisatawan, properti tersebut memiliki fasilitas yang mendukung kebutuhan bisnis dan kegiatan berskala besar. Grand Hotel Preanger menyediakan ruang acara dan pertemuan seluas 1.993 meter persegi, termasuk ballroom 678 meter persegi yang dapat menampung hingga 800 tamu serta 11 ruang pertemuan.
Potensi tersebut membuat hotel tidak hanya mengandalkan pasar leisure, tetapi juga memiliki ruang untuk menggarap segmen konferensi, kegiatan perusahaan, pernikahan, dan acara sosial. Posisi di pusat kota turut memberikan akses terhadap kawasan sejarah dan destinasi wisata Bandung.
Di sektor kuliner, Grand Hotel Preanger menghadirkan Huis Van Preanger sebagai restoran all-day dining serta The Saloon Lounge. Huis Van Preanger menawarkan hidangan internasional, kuliner Indonesia, dan sajian yang mengangkat cita rasa Jawa Barat, sementara Dutch Corner menghadirkan menu bernuansa kuliner Belanda.
The Saloon Lounge melengkapi fasilitas tersebut dengan kopi lokal, Afternoon Tea, serta pertunjukan musik Sunda dan jazz. Kehadiran fasilitas tersebut turut diarahkan untuk menjadikan hotel sebagai ruang pertemuan bagi tamu dan masyarakat lokal.
Multi-Property General Manager Grand Hotel Preanger Bandung dan Four Points by Sheraton Bali, Ungasan, Lily Wijaya mengatakan identitas sejarah, budaya, dan komunitas menjadi bagian dari karakter hotel. Menurut dia, konsep tersebut sejalan dengan karakter Tribute Portfolio.
“Grand Hotel Preanger Bandung selalu menjadi tempat di mana sejarah, budaya, dan komunitas bersatu,” ujar Lily dalam keterangan tertulis kepada Bisnishotel.id, dikutip Rabu (7/10/2026).
Grand Hotel Preanger juga akan mengembangkan fasilitas baru. Rencana pengembangan mencakup pembukaan spa dan pusat kebugaran pada 2027 yang diharapkan memperkaya pengalaman tamu tanpa menghilangkan karakter historis properti.
Dengan bergabungnya Grand Hotel Preanger ke Tribute Portfolio, hotel tersebut masuk ke jaringan global yang menaungi lebih dari 200 hotel di lebih dari 35 negara dan teritori. Tribute Portfolio sendiri berfokus pada properti independen dengan karakter desain kuat serta kedekatan dengan komunitas lokal.
Bagi Bandung, kehadiran Tribute Portfolio melalui Grand Hotel Preanger memperkuat pilihan akomodasi yang menjadikan sejarah dan karakter lokal sebagai bagian dari pengalaman wisata. Sementara bagi properti, integrasi dengan jaringan Marriott Bonvoy membuka babak baru untuk membawa identitas hotel bersejarah tersebut ke pasar wisatawan yang lebih luas.

